Kegagalan hari Ini berarti pendorong,
Namun kejayaan semalam bukan berarti kemegahan oleh karena itu gantungkanlah cita-citamu setinggi bintang di langit, dan rendahkanlah dirimu serendah rumput di bumi.

share yu...

UNSUR DAN SENYAWA GOLONGAN HALOGEN VII A

UNSUR DAN SENYAWA
GOLONGAN HALOGEN VII A
MAKALAH
diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Unsur dan Senyawa dengan dosen Dwi Indah Cahyani, M.Si.

                       
 




disusun oleh :
Alija Muhammad Pranawa


Oleh:


Disusun oleh:

Asri Indah Permatasari (2281141941)
Irania Istiqomah             (2281142594)
Siti Rositoh                   (2281142418)






JURUSAN PENDIDIKAN IPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
SERANG BANTEN
2016





KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis sampaikan ke hadirat Allah Subhanahu Wata’ala karena limpahan rahmat dan karunia-Nya telah mengantarkan penulis pada penyelesaian  sebuah makalah Klasifikasi Kingdom Animalia berjudul “Golongan Halogen VII A.” Penyusunan  makalah ini bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Keanekaragaman Hewan dengan dosen Dwi Indah Cahyani, M.Si.

Penyusunan makalah ini tidak dapat terselesaikan jika tidak ada bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih atas bantuan dan partisipasinya dalam penyusunan makalah ini terutama atas ridla Allah subhanallahu Wata’ala, kepada Ibu Vica selaku dosen pengampu mata kuliah yang telah membimbing penulis dalam menyelesaikan makalah, serta seluruh teman-teman Jurusan Pendidikan IPA.

Selama penyusunan makalah ini tidak sedikit hambatan yang penulis alami. Namun, berkat bantuan dan dukungan berbagai pihak, hambatan tersebut dapat teratasi dengan baik.

Sebagaimana upaya peningkatan kualitas yang tidak akan pernah selesai, maka penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu kritik dan saran dari Ibu Dosen serta teman-teman mahasiswa yang bersifat membangun selalu penulis harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Mudah-mudahan dengan adanya makalah ini dapat menambah wawasan serta meningkatkan kualitas keilmuan kita dan hasilnya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

                                     Serang, 21 September 2016
Penulis


ii
DAFTAR ISI

COVER ............................................................................................................................ i
KATA PENGANTAR.................................................................................................... ii
DAFTAR ISI.................................................................................................................. iii
BAB I             PENDAHULUAN................................................................................... 1
A.    Latar Belakang..................................................................................... 1
B.     Rumusan Masalah................................................................................ 2
C.     Tujuan ................................................................................................. 2
D.    Manfaat Makalah................................................................................. 2
BAB II           ISI.............................................................................................................. 3
A.    Ciri-ciri Umum Unsur Golongan Halogen........................................... 3
B.     Sifat-Sifat Kimia Unsur Golongan Halogen........................................ 4
C.     Kestabilan (Jari-jari Atom, Energi Ionisasi dan
Afinitas Electron) Unsur Golongan Halogen...................................... 8
D.    Keberadaan dan Manfaat Kegunaan Unsur Golongan Halogen....... 11
E.     Persenyawaan Unsur Golongan Halogen.......................................... 16
F.      Pembuatan Sintesis Unsure Unsur Golongan Halogen...................... 24
BAB III          PENUTUP............................................................................................   28
A.    Simpulan .........................................................................................   28
B.     Saran................................................................................................   29
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................   30
LAMPIRAN................................................................................................................   31







iii



BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Halogen berada pada golongan VIIA pada sistem periodik unsur.  Halogen berasal dari kata halos=garam, genes=pembentuk. Hal ini karena unsur-unsur tersebut dapat bereaksi dengan Unsur Golongan Halogen membentuk garam. Halogen adalah unsur-unsur golongan VIIA atau sekarang lebih dikenal dengan golongan 17 dalam tabel sistem periodik unsur, yang mempunyai elektron valensi 7 pada subkulit ns²np. Istilah halogen berasal dari istilah ilmiah bahasa Perancis dari abad ke-18 yang diadaptasi dari bahasa Yunani, yaitu halo genes yang artinya ‘pembentuk garam’ karena unsur-unsur tersebut dapat bereaksi dengan logam membentuk garam. Halogen merupakan sekumpulan unsur nonlogam yang saling berkaitan erat, lincah, dan berwarna terang. Dan secara alamiah bentuk molekulnya diatomik.Halogen digolongkan sebagai pengoksidator kuat karena kecenderungannya membentuk ion negatif. Selain itu, halogen adalah golongan yang paling reaktif karena unsur-unsurnya memiliki konfigurasi elektron pada subkulit ns2 np5.Golongan halogen terdiri dari beberapa unsur yaitu Fluorin (F), Klorin (Cl), Bromin (Br), Iodin (I), Astatin (At) dan unsur Ununseptium yang belum diketahui dengan jelas. Salah satu golongan penting dalam susunan berkala unsur adalah golongan VIIA yang diberi nama “halogen”. Golongan VIIA perlu untuk diingat atau dihapal karena merupakan unsur-unsur yang banyak membentuk persenyawaan di alam atau senyawa di laboratorium. Halogen memiliki arti “pembentuk garam”, di alam unsur-unsur ini banyak ditemukan dalam bentuk garam. Unsur-unsur halogen semuanya berwarna, pada suhu kamar mempunyai wujud yang berbeda-beda. Dengan tujuh elektron pada kulit terluar, menyebabkan halogen sangat reaktif sehingga di alam selalu ada dalam bentuk persenyawaan.




1
2
B.            RUMUSAN MASALAH
1.    Apa sajakah ciri-ciri umum Unsur Golongan Halogen?
2.    Apa sajakah sifat-sifat fisika kimia Unsur Golongan Halogen?
3.    Bagaimanakah kestabilan (jari-jari atom, energi ionisasi dan afinitas Elektron) Unsur Golongan Halogen?
4.    Apa sajakah kegunaan dan manfaat unsur Unsur Golongan Halogen?
5.    Bagaimanakah persenyawaan Unsur Golongan Halogen?
6.    Bagaimana pembuatan dan sintesis unsur Unsur Golongan Halogen?

C.           TUJUAN
1.    Menjelaskan ciri-ciri umum Unsur Golongan Halogen.
2.    Menjelaskan sifat-sifat fisika kimia Unsur Golongan Halogen.
3.    Menjelaskan kestabilan (jari-jari atom, energi ionisasi dan afinitas elektron) Unsur Golongan Halogen.
4.    Menjelaskan kegunaan dan manfaat unsur Unsur Golongan Halogen.
5.    Menjelaskan persenyawaan Unsur Golongan Halogen
6.    Menjelaskan pembuatan dan sintesis unsur Unsur Golongan Halogen.

D.           MANFAAT MAKALAH
Makalah ini disajikan untuk memberikan informasi dan gambaran mengenai ciri-ciri umum, sifat-sifat kimia, keberadaan unsur, pembuatan, kegunaan, persenyawaan, kestabilan, hingga langkah sintesis Unsur Golongan Halogen.
Makalah ini diharapkan mampu menjelaskan lebih rinci lagi informasi yang dapat membantu penulis dan pembaca sebagai calon guru IPA SMP dalam mengintegrasikan kajian unsur-unsur kimia pada tabel periodik khususnya golongan VII A atau biasa yang dikenal dengan golongan Halogen kedalam lingkungan serta implikasinya pada ranah pendidikan.    




BAB II
ISI

A.  CIRI-CIRI UMUM HALOGEN
Rumus kulit terluar dari halogen ini adalah ns2 np5. Halogen memiliki 7e- valensi (elektron pada kulit terluar), sehingga sangat reaktif karena mudah menerima  1e. Mereka membutuhkan satu tambahan elektron untuk mengisi orbit elektron terluarnya. Dalam larutan halogen membentuk ion negatif bermuatan satu yang disebut ion halida. Dan pada suhu kamar, unsur-unsur halogen  dapat membentuk molekul diatomik.
F2 (Gas)    Cl2 (Gas)    Br2 (Cair)    I2 (Padat)
Halogen merupakan golongan non-logam yang sangat reaktif, berbau, berwarna, beracun serta tidak dijumpai pada keadaan bebas di alam. Pada umumnya ditemukan dialam dalam bentuk senyawa garam-garamnya. Garam yang terbentuk disebut Garam halida. Sebenarnya dalam tubuh manusia pun terdapat senyawa-senyawa halogen. Misalnya Ion clorida (Cl-) merupakan anion yang terkandung dalam plasma darah, cairan tubuh, air susu, air mata, air ludah, dan cairan eksresi. Ion Iodida (I-) merupakan suatu komponen dalam pembentukan lapisan email gigi. Semua unsur halogen sangat reaktif. Karena kecenderungan terhadap reaktivitas tinggi, halogen tidak bisa eksis dalam lingkungan sebagai unsur murni. Mereka biasanya ditemukan terjadi sebagai senyawa atau ion.
Kebanyakan ion halogen dan atom dapat ditemukan dikombinasikan dengan  bahan kimia lain yang hadir di laut atau air mineral. Hal ini karena, unsur-unsur halogen cenderung untuk membuat garam ketika mereka bersentuhan dengan logam dan bergabung dengan mereka untuk membentuk senyawa.
Seperti disebutkan sebelumnya, halogen adalah satu-satunya kelompok unsur dalam seluruh tabel periodik yang terdiri dari unsur yang dimiliki ketiga keadaan klasik materi – padat, cair dan gas.



3
4
Hal ini dibuktikan dengan fakta bahwa ketika disimpan di bawah suhu kamar dan tekanan normal, Astatin dan Yodium berupa padatan, Bromin muncul sebagai cair, serta Klorin dan Fluor sebagai gas.
Semua unsur halogen membentuk hidrogen halida, yang merupakan asam yang sangat kuat, ketika mereka menggabungkan dengan hidrogen dan membentuk senyawa biner. Saat bereaksi di antara mereka sendiri dalam kelompok halogen, unsur halogen membentuk senyawa diatomik antar halogen. Halogen mendapatkan kecenderungan tinggi untuk bereaksi dengan materi lain karena tingginya tingkat elektronegativitas atom mereka yang merupakan hasil dari muatan inti efektif tinggi dari semua atom halogen.

B.  SIFAT FISIKA DAN KIMIA UNSUR HALOGEN
1.    Sifat Fisika
Description: Image result for B.Sifat Fisika dan Kimia Unsur Halogen
Jari-jari atom unsur halogen bertambah dari fluorin sampai astatin. Antara molekul-molekul halogen padat dan cair terdapat ikatan Van der Waals yang lemah. Dari fluorin sampai iodin ikatan itu bertambah kuat maka dari fluorin sampai iodin bertambah besar pula titik didih dan titik lelehnya.
5
Jari-jari atom unsur halogen bertambah dari Fluorin sampai Astatin menyebabkan gaya tarik inti dengan elektron valensi (pada kulit terluar) makin lemah sehingga keelektronegatifan (kemampuan menarik elektron) semakin lemah dan kemampuan membentuk ion negatifnya juga semakin berkurang. Dengan kata lain dari fluorin sampai iodin kereaktifan halogen melemah.
Pada suhu kamar fluorin dan iodin berwujud gas, bromin berwujud cair yang mudah menguap dan iodin berwujud padat yang mudah menyublim. Gas fluorin berwarna kuning muda, gas klorin berwarna kuning hijau, cairan bromin berwarna coklat merah dan zat padat iodin berwarna hitam sedangkan uap iodin berwarna ungu.
Fluorin, klorin dan bromin mudah larut dalam air sedangkan iodin sidikit larut dalam air. iodin mudah larut dalam KI. Semuanya larut dalam pelarut organik seperti Alkohol, eter, kloroform (CHCl3), tetraklorida (CCl4) dan CS2. Warna bromin dalam kloroform atau tetraklorida adalah kuning coklat sedangkan iodin berwarna ungu.

2.    Sifat Kimia
X2
Fluor (F2)
Klor (Cl2)
Brom (Br2)
Iodium (I2)
1. Molekulnya
Diatom
2. Wujud zat (suhu kamar)
Gas
Gas
Cair
Padat
3. Warna gas/uap
Kuning muda
Kuning hijau
Coklat merah
Ungu
4. Pelarutnya (organik)
Alkohol, eter, kloroform (CHCl3), CCl4, CS2
5. Warna larutan dengan pelarut organik
Tak berwarna
Tak berwarna
Coklat
Ungu
6. Kelarutan oksidator
 (makin besar sesuai dengan arah panah)
7. Kereaktifan terhadap gas H2
8. Reaksi pengusiran pada senyawa halogenida
X = Cl, Br, I
F2 + 2KX →  2KF + X2
X = Br, I
Cl2 + 2KX → 2KCl + X2
X = I
Br2 + KX →  2KBr + X2
Tidak dapat mengusir F, Cl, Br
9. Reaksi logam (M)
2M + nX2 →  2MXn (n = valensi logam tertinggi)
10. Rx dengan basa kuat MOH (dingin)
X2 + 2MOH →  MX + MXO + H2O (auto redoks)
11. Rx Basa kuat (panas)
3X2 + 6MOH →  5MX + MXO3 + 3H2O (auto redoks)
12. Pembentukan asam oksi
Membentuk asam oksi kecuali F
6
 
3.    Sifat Halogen
Halogen merupakan senyawa yang sangat elektronegatif karena mempunyai 7 elektron valensi (ns2 np5) dan mudah menarik satu elektron menjadi ion negatif agar susunan elektronnya stabil seperti gas mulia (ns2 np6). Semua karakteristik halogen dapat dikaitkan terjadi karena kesamaan sifat fisik dan kimia bawaan yang dimiliki unsur-unsur dari kelompok ini. Tabel berikut menyajikan berbagai sifat fisik dan kimia halogen.
Sifat Fisik Halogen
Sifat Kimiawi Halogen
Halogen ada di semua tiga keadaan klasik materi – padat, cair dan gas.
Semua halogen memiliki elektronegatifitas. Mereka mendapatkan elektron sangat cepat membuat mereka yang paling reaktif dari semua unsur kimia.
Halogen diatomik ketika disimpan di bawah suhu kamar.
Halogen mudah terdisosiasi menjadi partikel atom dan dapat menggabungkan dengan unsur  sekitarnya untuk membentuk senyawa.
Halogen seperti fluor, brom dan klor beracun di alam, masing-masing memiliki berbagai tingkat toksisitas.
Ketika dikombinasikan dengan hidrogen, halogen menghasilkan halida yang merupakan senyawa asam yang sangat kuat.
Tidak ada halogen yang benar-benar berwarna.
Umumnya untuk non-logam, halogen memiliki titik leleh dan titik didih yang sangat rendah.
Dalam bentuk padat mereka, semua halogen memiliki tekstur yang rapuh.
Halogen adalah konduktor panas dan listrik yang buruk, terlepas dari keadaan fisik mereka.
7
 
Yang lebih baik tentu membuat rangkuman karakteristik halogen ini. Berbagai halogen digunakan oleh kita dalam berbagai macam jalan kehidupan kita. Penggunaan halogen termasuk memanfaatkan mereka sebagai bahan utama untuk pembuatan desinfektan, pendingin, insektisida, pewarna makanan, pewarna, produk minyak bumi, bahan pemeriksaan api, dll. Lampu halogen yang diproduksi dengan mengisi gas inert, yang mengandung sejumlah kecil baik yodium atau bromin, di dalam bohlam yang memiliki filamen tungsten. Halogen dan tungsten bereaksi sedemikian rupa sehingga lampu dapat bekerja pada suhu yang lebih tinggi tanpa bohlam semakin gelap. Di antara semua halogen, penggunaan astatin belum dipastikan lagi.


Unsur
Flour
Klor
Brom
Iodium
Nomor Atom
9
17
35
53
Konfigurasi Elektron
[ He] 2s2 2p5
[ Ne] 3s2 3p5
[Ar] 3d10 4s2 4p5
[Kr] 4d10 5s2 5p5
Jari-jari Kovalen (A0)
0,64
0,99
1,14
1,33
Jari-jari Ion X- (A0)
1,19
1,67
1,82
2,06
Energi Ionisasi tingkat I (Kj/mol)
1681
1251
1140
1008
Afinitas Elektron
-328
-349
-325
-295
Potensial reduksi standar, E0 (vlot)
2,87
1,36
1,06
0,54
Energi ikatan X-X (Kj/mol)
155
242
193
151
Energi ikatan H-X (Kj/mol)
562
431
366
299[1]
Keelektronegatifan
4.0
3.0
2,8
2,5
Titik Didih (0C)
-233
-103
-7,2
-113,5
Titik beku (0C)
-188
-34,5
58,8
184,4
Wujud pada 250C
Gas (kuning pucat)
Gas (biru pucat)
Cair (merah)
Padat (metalik gelap) [2]
8
 
          

C.  KESTABILAN GOLONGAN HALOGEN
(Jari-Jari Atom, Energi Ionisasi dan Afinitas Elektron)

1.         Jari-jari atom
Merupakan jarak dari inti atom sampai ke elektron di kulit terluar. Besarnya jari-jari atom dipengaruhi oleh besarnya nomor atom unsur tersebut. Semakin besar nomor atom unsur-unsur segolongan, semakin banyak pula jumlah kulit elektronnya, sehingga semakin besar pula jari-jari atomnya. Pada satu golongan (dari atas ke bawah), jari-jari atomnya semakin besar. Pada satu periode (dari kiri ke kanan), nomor atomnya bertambah yang berarti semakin bertambahnya muatan inti, sedangkan jumlah kulit elektronnya tetap. Akibatnya tarikan inti terhadap elektron terluar makin besar pula, sehingga menyebabkan semakin kecilnya jari-jari atom. Pada satu periode (dari kiri ke kanan), jari-jari atomnya semakin kecil.
9
2.             Energi ionisasi ( Satuannya = kJ.mol-1 )
Merupakan energi minimum yang diperlukan atom netral pada wujud gas untuk melepaskan satu elektron sehingga membentuk ion bermuatan +1 (kation). Jika atom tersebut melepaskan elektronnya yang ke-2 maka akan diperlukan energi yang lebih besar (disebut energi ionisasi kedua), dst.
Energi ionisasi 1 < energi ionisasi 2 < energi ionisasi 3 dst
Pada satu golongan (dari atas ke bawah), ENERGI IONISASI semakin kecil karena jari-jari atom bertambah sehingga gaya tarik inti terhadap elektron terluar semakin kecil. Akibatnya elektron terluar semakin mudah untuk dilepaskan. Pada satu periode (dari kiri ke kanan), energi ionisasi semakin besar karena jari-jari atom semakin kecil sehingga gaya tarik inti terhadap elektron terluar semakin besar/kuat. Akibatnya elektron terluar semakin sulit untuk dilepaskan.

3.             Afinitas elektron
Merupakan energi yang dilepaskan atau diserap oleh atom netral pada wujud gas apabila menerima sebuah elektron untuk membentuk ion negatif (anion).
Beberapa hal yang harus diperhatikan ialah bahwa penyerapan elektron ada yang disertai pelepasan energi maupun penyerapan energi. Jika penyerapan elektron disertai pelepasan energi, maka harga afinitas elektronnya dinyatakan dengan tanda negatif. Jika penyerapan elektron disertai penyerapan energi, maka harga afinitas elektronnya dinyatakan dengan tanda positif. Unsur yang mempunyai harga afinitas elektron bertanda negatif, mempunyai daya tarik elektron yang lebih besar daripada unsur yang mempunyai harga afinitas elektron bertanda positif. Atau semakin negatif harga afinitas elektron suatu unsur, semakin besar kecenderungan unsur tersebut untuk menarik elektron membentuk ion negatif (anion). Semakin negatif harga afinitas elektron, semakin mudah atom tersebut menerima/menarik elektron dan semakin reaktif pula unsurnya. Afinitas elektron bukanlah kebalikan dari energi ionisasi.


10
Pada satu golongan (dari atas ke bawah), harga afinitas elektronnya semakin kecil. Pada satu periode (dari kiri ke kanan), harga afinitas elektronnya semakin besar.
Unsur golongan utama memiliki afinitas elektron bertanda negatif, kecuali golongan IIA dan VIIIA. Afinitas elektron terbesar dimiliki golongan VIIA (Halogen ).

UNSUR
Fluor
Klor
Brom
Iodium
Catatan :

[X] =
unsur-unsur gas mulia (He, Ne, Ar, Kr)
n =
nomor perioda (2, 3, 4, 5)
®  =
makin besar sesuai dengan arah panah

9F
17Cl
35Br
53I
1. Konfigurasi elektron
[X] ns2 , np5
2. Massa Atom
Description: http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2007/Eka%20Rustini%20054675/sifat%20halogen_clip_image032.gif
3. Jari-jari Atom
4. Energi Ionisasi dan Afinitas Elektron
Description: http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2007/Eka%20Rustini%20054675/sifat%20halogen_clip_image031_0000.gif
5. Keelektronegatifan
6. Potensial Reduksi (Eored > 0)
7. Suhu Lebur (0o)
-216.6
-101.0
-72
114.0
8. Suhu Didih (0o)
-188.2
-34
58
183
9. Bilangan Oksidasi Senyawa Halogen
-1
+ 1, +3
+5, +7
+ 1
+5, +7
+1
+5, +7
Tabel
Hubungan jari-jari atom, afinitas elektron, dan kereaktifan halogen


11
D.    Manfaat dan Kegunaan Halogen
Halogen menandakan unsur-unsur yang menghasilkan garam jika bereaksi dengan logam. Unsur golongan VIIA ini merupakan unsur non logam paling reaktif. Unsur-unsur ini tidak ditemukan di alam dalam keadaan bebas, melainkan dalam bentuk garamnya. Mereka membutuhkan satu tambahan elektron untuk mengisi orbit elektron terluarnya, sehingga cenderung membentuk ion negative bermuatan satu. Ion negative ini disebut ion halida, dan garam yang terbentuk oleh ion ini, disebut halida. Unsur-unsur halogen di alam, semuanya ditemukan dalam keadaan diatomik. Hal ini terjadi karena unsur-unsur halogen tidak stabil jika berdiri sendiri. Oleh karena itu, unsur halogen harus berikatan agar stabil. Unsur-unsur halogen dapat ditemukan dibeberapa tempat
1.      Fluorin
Fluor Ditemukan dalam fluorspar oleh Schwandhard pada tahun 1670 dan baru pada tahun 1886 Maisson berhasil mengisolasinya. Merupakan unsur paling elektronegatif dan paling reaktif.  Dalam bentuk gas merupakan molekul diatom (F2), berbau pedas, berwarna kuning muda dan bersifat sangat korosif. Serbuk logam, glass, keramik, bahkan air terbakar dalam fluorin dengan nyala terang. Adanya komponen fluorin dalam air minum melebihi 2 ppm dapat menimbulkan lapisan kehitaman pada gigi. Terdapat dalam senyawa fluorspar CaF2, kriolit Na3AlF6, dan fluorapatit Ca(PO4)3F. dengan penambahan asam sulfat ke dalam fluorspar maka akan diperoleh HF dan garam Calsium sulfat. Selanjutnya lelehan asam florida di elektrolisis untuk menghasilkan gas F2.
CaF2 + H2SO4 --> CaSO4 + 2HF.

a.         Senyawa Fluorin
1.    CFC (Freon) digunakan sebagai cairan pendingin pada mesin pendingin, seperti AC dan kulkas. Freon juga digunakan sebagai propelena aerosol pada bahan-bahan semprot. Penggunaan Freon dapat merusak lapisan ozon.

12
2.    Teflon (polietrafluoroetilena). Monomernya CF2=CF2, yaitu sejenis plastik yang tahan panas dan anti lengket serta tahan bahan kimia, digunakan untuk melapisi panci atau alat rumah tangga yang tahan panas dan anti lengket.
3.    Asam fluoride (HF) dapat melarutkan kaca, karena itu dapat digunakan untuk membuat tulisan, lukisan, atau sketsa di atas kaca.
4.    Garam fluoride ditambahkan pada pasta gigi atau air minum untuk mencegah kerusakan gigi.
5.    Membuat senyawa klorofluoro karbon (CFC), yang dikenal dengan nama Freon.
6.    Membuat Teflon
7.    Memisahkan isotop U-235 dari U-238 melalui proses difusi gas.

2.      Klorin
Klor Ditemukan oleh Scheele pada tahu 1774 dan dinamai oleh Davy pada tahun1810. Klor ditemukan di alam dalam keadaan kombinasi sebagai gas Cl2, senyawadan mineral seperti kamalit dan silvit. Gas klor berwarna kuning kehijauan, dapat larut dalam air, mudah bereaksi dengan unsur lain. Klor dapat mengganggu pernafasan, merusak selaput lender dan dalam wujud cahaya dapat membakar kulit.
Terdapat dalam senyawa NaCl, KCl, MgCl2, dan CaCl2. Senyawa klorida ditemukan di air laut dan garam batu/endapan garam yang terbentuk akibat penguapan air laut di masa lalu. Setiap 1 kg air laut mengandung sekitar 30 gram NaCl. Proses untuk mendapatkan unsure klorin adalah melalui elektrolisis larutan NaCl pekat (brine) akan menghasilkan Cl2 pada anode dan gas H2, dan NaOH pada katode.

a.      Senyawa Klorin
1.    Senyawa natrium hipoklorit (NaClO) dapat digunakan sebagai zat pemutih pada pakaian.

13
2.    Natrium klorida (NaCl) digunakan sebagai garam dapur, pembuatan klorin dan NaOH, mengawetkan berbagai jenis makanan, dan mencairkan salju di jalan raya daerah beriklim dingin.
3.    Asam klorida (HCl) digunakan untuk membersihkan logam dari karat pada elektroplanting, menetralkan sifat basa pada berbagai proses, serta bahan baku pembuatan obat-obatan, plastik, dan zat warna.
4.    Kapur klor (CaOCl2) dan kaporit (Ca(OCl2)) digunakan sebagai bahan pengelantang atau pemutih pada kain.
5.    Polivinil klorida (PVC) untuk membuat paralon.
6.    Dikloro difenil trikloroetana (DDT) untuk insektisida. Kloroform (CHCl3) untuk obat bius dan pelarut.
7.    Karbon tetraklorida (CCl4) untuk pelarut organik.
8.    KCl untuk pembuatan pupuk.
9.    KClO3 untuk bahan pembuatan korek api.
10.                        Untuk klorinasi hidrokarbon sebagai bahan baku industri serta karet sintesis.
11.                        Untuk pembuatan tetrakloro metana (CCl4).
12.                        Untuk pembuatan etil klorida (C2H5Cl) yang digunakan pada pembuatan TEL (tetra etillead) yaitu bahan adaptif pada bensin.
13.                        Untuk industri sebagai jenis pestisida.
14.                        Sebagai bahan desinfektans dalam air minum dan kolam renang.
15.                        Sebagai pemutih pada industri pulp (bahan baku pembuatan kertas) dan tekstil.
16.                        Gas klorin digunakan sebagai zat oksidator pada pembuatan bromin.

3.      Bromin
Brom Ditemukan oleh Balard pada tahun 1826. merupakan zat cair berwarna coklat kemerahan, agak mudah menguap pada temperature kamar, uapnya berwarna merah, berbau tidak enak dan dapat menimbulkan efek iritasi pada mata dan kerongkongan.Bromin mudah larut dalam air dan CS2
14
membentuk larutan berwarna merah, bersifat kurang aktif dibandingkan dengan klor tetapi lebih reaktif dari iodium. Terdapat dalam senyawa logam bromide. Senyawa ini juga ditemukan di air laut, endapan garam, dan air mineral. Ditemukan di perairan laut Mati dengan kadar 4500 - 5000 ppm. Garam-garam bromine juga diperoleh dari Arkansas.
a.      Senyawa Bromin
1.    Etil bromida (C2H4Br2) suatu zat aditif yang dicampurkan kedalam bensin bertimbal (TEL) untuk mengikat tibal, sehingga tidak melekat pada silinder atau piston. Timbal tersebut akan membentuk PbBr2 yang mudah menguap dan keluar bersama-sama dengan gas buangan dan akan mencemarkan udara.
2.    AgBr merupakan bahan yang sensitif terhadap cahaya dan digunakan dalam film fotografi.
3.    Natrium bromide (NaBr) sebagai obat penenang saraf.
4.    Untuk membuat etil bromida (C2H4Br2).
5.    Untuk pembuatan AgBr.
6.    Untuk pembuatan senyawa organik misalnya zat warna, obat-obatan dan pestisida.

4.      Iodin
Ditemukan oleh Courtois pada tahun 1811. Merupakan unsur nonlogam.Padatan mengkilap berwarna hitam kebiruan. Dapat menguap pada temperature biasa membentuk gas berwarna ungu-biru berbau tidak enak (perih). Di alam ditemukan dalam air laut (air asin) garam chili, dll. Unsur halogen ini larut baik dalam CHCl3,CCl4, dan CS2 tetapi sedikit sekali larut dalam air. Dikenal ada 23 isotop dan hanyasatu yang stabil yaitu 127I yang ditemukan di alam. Kristal iodin dapat melukai kulit,sedangkan uapnya dapat melukai mata dan selaput lendir. Terdapat dalam senyawa natrium iodat NaIO3, yang ditemukan dalam jumlah kecil pada deposit NaNO3 di Chili. Juga dalam larutan bawah tanah di Jepang dan Amerika

15
dengan kadar sampai 100 ppm. Untuk memperoleh iodine dari natrium iodat, dilakukan penambahan zat pereduksi natrium bisulfit NaHSO3
2IO3- + 5HSO3- --> I2 + 3HSO4- + 2SO42- + H2O

a.    Senyawa Iodin
1.         KI digunakan sebagai obat anti jamur.
2.         Iodoform (CHI3) digunakan sebagai zat antiseptik.
3.         AgI digunakan bersama-sama dengan AgBr dalam film fotografi.
4.         NaI dan NaIO3 atau KIO3 dicampur dengan NaCl untuk mencegah penyakit gondok. Kekurangan iodium pada wanita hamil akan mempengaruhi tingkat kecerdasan pada bayi yang dikandungnya.
5.         Iodin Banyak digunakan untuk obat luka (larutan iodin dalam alkohol yang dikenal dengan iodium tingtur).
6.         Sebagai bahan untuk membuat perak iodida (AgI).
7.         Untuk menguji adanya amilum dalam tepung tapioka.


5.      Astatine
Astatin Merupakan unsur radioaktif pertama yang dibuat sebagai hasil pemboman Bismuth dengan partikel-partikel alfa (hasil sintesa tahun 1940) oleh DR. Corson,K.R. Mackenzie dan E. Segre. Dikenal ada 20 isotop dari astatin, dan isotop At(210)mempunyai waktu paruh 8,3 jam (terpanjang). Astatin lebih logam dibanding iodium. Sifat kimianya mirip iodium, dapat membentuk senyawa antar halogen (AtI,AtBr, AtCl), tetapi belum bisa diketahui apakah At dapat membentuk molekul diatom seperti unsur halogen lain. Senyawa yang berhasil dideteksi adalah HAt dan CH3At6. Jumlah astatine di kerak bumi amat minim, kurang dari 30 gram.




16
a.    Senyawa Astatin
1.         Astatine 211 adalah suatu emiter alfa dengan unsur paruh yang secara fisik 72 jam. Hal ini sudah dimanfaatkan penggunaanya di dalam radasi therapy.
2.         Koloid astatine-211-tellurium untuk perawatan dari penyakit menular bersifat percobaan di dalam tikus-tikus mengungkapkan bahwa alfa ini memancarkan radiokoloid dapat sedang menyembuhkan tanpa menyebabkan ketoksian kepada jaringan normal.

E.     PERSENYAWAAN HALOGEN
Halogen terdapat dialam dalam bentuk senyawa, diantaranya senyawa hidrogen halida dan asam oksi halogen serta bentuk senyawa garam, yaitu garam halida.
1.             Senyawa Hidrogen Halida (HX)
Pada temperatur kamar, senyawa halogen halida berupa gas, tidak berwarna, dan sangat mudah larut dalam air. Hidrogen halida dalam pelarut air bersifat asam yang disebut asam halida. Makin besar perbedaan keelektronegatifan antara hidrogen dengan unsur halogen maka makin kuat ikatan senyawa tersebut, sehinggga kekuatan asam makin lemah. Mengapa demikian? Karena semakin kuat ikatan senyawa tersebut, maka makin sulit melepaskan ion H+.  Urutan kekuatan asam halida adalah
HF < HCl < HBr < HI
Jadi, asam yang paling lemah adalah HF dan yang terkuat adalah HI. Sifat fisis dari hidrogen halida dapat dilihat pada tabel.
Rumus Kimia
Massa molekul
Titik didih
Titik Lebur
Kelarutan dalam 1 Liter Volume Air
HF
20
19,4
-92
-
HCl
36,5
-84
-112
507
HBr
81
-67
-89
610
HI
128
-35
-51
425
17
 

Senyawa HF memiliki titik didih tertinggi sebab pada senyawa  HF terdapat ikatan hidrogen.
Pembuatan Hidrogen Halida
a.       Hidrogen Fluorida (HF)
Hidrogen fluorida dibuat dengan cara reaksikan kalsium fluorida dengan asam sulfat pekat. Persamaan reaksi sebagai berikut.
CaF2(s)  + H2SO4(l)        à CaSO4(s)      + 2HF(g)
HF tidak dapat disimpan dalam alat yang terbuat dari kaca karena akan bereaksi dengan kaca. Reaksi HF dengan kaca sebagai berikut.
6HF(g)  + SiO2(s)           à        SiF62-(aq)            +          2H3O+(aq)
b.      Hidrogen klorida (HCl)
Hidrogen klorida dibuat dengan cara mereaksikan garam dapur dengan asam sulfat pekat yang dipanaskan. Pada temperatur kamar akan berbentuk gas. Persamaan reaksinya senbagai berikut.
NaCl(s) + H2SO4(l)        à        NaHSO4(s)       +          HCl(g)
               NaCl(s) + NaHSO4(s)  Ã           Na2SO4(s)         +          HCl(g)
c.       Hidrogen Bromida (HBr)
Untuk memperoleh HBr murni dapat diperoleh dari reaksi fosfor tribromida dengan air. Persamaan reaksinya sebagai berikut.
PBr3(s)  +          3H2O(l)             à H3PO3(aq)     +          3HBr(g)
d.      Hidrogen Iodida (HI)
Untuk memperoleh HI murni dapat diperoleh dari reaksi fosfor triiodida dengan air. Persamaan reaksinya sebagai berikut.
PI3(s)     +          3H2O(l)             à H3PO3(aq)     +          3HI(g)

2.   Asam Oksi Halogen
Asam oksi halogen terjadi hanya pada halogen yang mempunyai bilangan oksidasi + dan dapat terjadi dari reaksi oksidasi halogen dengan air. Karena fluorin

18
tidak mempunya bilangan oksidasi (+), maka fluorin tidak mempunyai asam oksi. Contoh reaksi oksida halogen dengan air.
Cl2O(g)             + H2O(l)           à        2HClO(aq)
Cl2O3(g)            + H2O(l)           à        2HClO2(aq)
Cl2O5(g)            + H2O(l)           à        2HClO3(aq)
Cl2O7(g)            + H2O(l)           à        2HClO4(aq)
Kekuatan asam oksi bertambah dengan bertambahnya oksigen pada asam tersebut.

3.   Garam halida
Sifat unsur-unsur halogen yang reaktif menyebabkan halogen tidak terdapat bebas dialam melainkan terdapat sebagai garam-garam halida yang larut dalam air laut, misalnya natrium klorida dan natrium iodida. Halogen juga terdapat sebagai garam mineral.
Contoh:
1.      Senyawa Fluorspar(CaF2)
2.      Senyawa kriolit (Na3AlF6)
3.      Senyawa apatit (CaF2.3Ca3(PO4)2)
Garam-garam halida umumnya mudah larut dalam air, kecuali dari kation Ag+, Hg22+, dan Cu2+, sedangkan garam-garam halida dari Pb2+ seperti PbF2, PbCl2, PbBr2, dan PbI2, sukar larut dalam air biasa, tetapi dapat larut apabila dipanaskan atau ditambahkan air panas.
Halogen adalah golongan unsur yang sangat reaktif, sehingga dapat bereaksi dengan unsur-unsur maupun dengan senyawa-senyawa lain. Unsur halogen dapat bereaksi dengan semua unsur, bahkan gas mulia serta zat yang tahan api seperti, air dan asbes dapat terbakar dalam gas fluorin. Berikut ini beberapa reaksi halogen.
1.    Reaksi dengan gas hidrogen
Semua halogen (X2) dapat bereaksi dengan gas hidrogen, membentuk hidrogen halida (HX). Persamaan reaksinya sebagai berikut:
H2(g)        +          X2        à        2HX(g)
H2(g)        +          Cl2(g)    à        2HCl(g)
H2(g)        +          I2(s)       à        2HI(g)
2.   
19
 
Reaksi dengan Logam
Halogen bereaksi dengan semua logam dalam sistem periodik unsur membentuk halida logam. Jika bereaksi dengan logam alkali dan alkali tanah, hasilnya (halida logam) dapat dengan mudah diperkirakan, sedangkan bila bereaksi dengan logam transisi, produk (halida logam) yang terbentuk tergantung pada kondisi reaksi dan jumlah reaktannya. Pada reaksi halogen dengan logam terbentuk halida yang berupa senyawa ion. Reaksi halogen dengan logam menghasilkan senyawa ionic. Halogen bersifat sebagai oksidator dan unsur yang bereaksi dengan halogen bersifat reduktor. Halogen menerima elektron dan logam menjadi ion halida yang bermuatan negatif.
Reaksi halogen dengan unsur logam,baik logam golongan A maupun golongan B dapat langsung membentuk garam dan reaksinya berlangsung dengan hebat.Contoh:
Na(s) + ½ Cl2(g) → NaCl(s)
Na(s) + ½ Br2(g) → NaBr(s)
Fe(s) + Cl2(g) →FeCl2(s)
Tidak seperti unsur logam, semakin ke bawah halogen menjadi kurang reaktif, karena afinitas elektronnya semakin berkurang, atau dengan kata lain F> Cl> Br> I. Fluorin, klorin dan bromin bereaksi langsung, sedangkan iodin bereaksi langsung tapi lambat.

3.    Reaksi dengan Nonlogam
Kemampuan bereaksi unsur-unsur halogen dengan unsur nonlogam menunjukkan pola yang sama, yaitu kereaktifannya berkurang dari fluorin sampai iodin. Fluorin bereaksi langsung dengan semua unsur nonlogam kecuali nitrogen, helium, neon, dan argon. Bahkan dengan pemanasan fluorin dapat bereaksi dengan intan dan xenon.

20
Fluorin dapat juga bereaksi dengan kaca, kuarsa, dan silica.Klorin dan Bromin tidak dapat bereaksi langsung dengan gas mulia, karbon, nitrogen dan oksigen. Iodin tidak bisa bereaksi dengan unsur-unsur tersebut, tetapi dapat bereaksi langsung dengan fosfat. Halogen membentuk senyawa baru dengan nama halida

Golongan Unsur Nonlogam
Senyawa
Fluorida
Klorida
Bromida
Iodida
III A
BF3, BF4
BCl3
BBr3
BI3
IV A
CF4
CCl4
CBr4
Cl4
SiF4, SiF62-
SiCl4
GeF4, GeF62-
GeCl4
V A
NF3, N2F4
NCl3
NBr3
NI3
PF3, PF5
PCl3, PCl5
PBr3, PBr5
AsF3, AsF5
SbF3, SbF5
VI A
OF2, O2F2
OCl2
OBr2
SF2, SF4, S2F2, SF6
SCl2, S2Cl2, SCl4
SeF4, SeF6
SeCl2, SeCl4
SeBr4
TeF4, TeF6
TeCl4
TeBr4
TeI4
VII A
ClF, ClF3, ClF5
BrF3, BrF5
BrCl
IF, IF3, IF5
ICl, ICl3
Ibr
Tabel
Beberapa senyawa halogen dengan unsur-unsur nonlogam.




21
4.    Reaksi dengan Air
Semua halogen larut dalam air. Unsur halogen yang dapat mengoksidasi air adalah fluorin dan klorin (berlangsung lambut). Hal itu disebabkan potensial oksidasi air adalah -1,23 V, sedangkan fluorin -2,87 V, dan klorin -1,36 V.
Reaksinya adalah sebagai berikut:

1.     Fluorin dalam air
2F2(g)    +          4e-        à        4F-(aq)                            E°= +2,87 V
2H2O(l)                         à        4H+(aq)+O2(g)+4e-             E°= -1,23 V
2F2(g)+ 2H2O(l)              à        4F-(aq)+ 4H+(aq)+O2(g)     E°= +1,64 V
Atau
2F2(g)+ 2H2O(l)              à        4HF(aq) + +O2(g)           E°= +1,64 V

2.     Klorin dalam air
2Cl2(g)   +          4e-          à        4 Cl-(aq)                                 E°= +1,36 V
2H2O(l)                         à        4H+(aq)+O2(g)+4e-             E°= -1,23 V
2Cl2(g)   + 2H2O(l)            à        4Cl-(aq)  +4H+(aq)+O2(g) E°= +0,13 V
Atau
2Cl2(g)   + 2H2O(l)            à        4HCl(aq)+ O2(g)             E°= +0,13 V

Dari data energi potensial pada reaksi diatas (E°= +0,13 Volt) menunjukan bahwa klorin bereaksi dengan air sangat lambat. Hal itu disebabkan karena klorin terlebih dahulu membentuk asam hipoklorit, kemudian terurai menjadi asam klorida dan oksigen. Persamaan reaksinya ditulis sebagai berikut:
2Cl2(g)   + 2H2O(l)            à        2Cl-(aq) + 2H+(aq) + 2HClO(aq)
2HClO(aq)                     à        2Cl-(aq) + 2H+(aq) + O2(g)

Reaksi tersebut dapat dipercepat dengan bantuan sinar matahari atau memakai katalis. Larutan klorin dalam air disebut aqua klorata  sedangkan larutan bromin dalam air disebut aqua bromita.

22
5.    Reaksi dengan Basa
Halogen bereaksi dengan basa membentuk senyawa halida yang kemudian mengalami reaksi disproporsionasi membentuk senyawa oksihalogen. Klorin, bromin, dan iodin dapat bereaksi dengan basa dan hasilnya tergantung pada temperatur saat reaksi berlangsung. Pada temperatur 15 , halogen (X2) bereaksi dengan basa membentuk campuran halida (X-) dan hipohalit (XO-).
Berikut contoh reaksi halogen dengan basa:
a.    Fluorin bereaksi dengan basa membentuk oksigen difluorida OF2 dan ion fluoride F-, dengan reaksi sebagai berikut:
2F2(g) + OH-(aq) à OF2(g) + 2F-(aq) + H2O(l)
 
b.    Klorin, bromine, dan iodine bereaksi dengan basa membentuk ion hipohalit OX- dan ion halida X- dengan reaksi sebagai berikut:
X2(g) + 2OH-(aq)                à       OX-(aq) + X-(aq) + H2O(l)

c.    Ion OX- yang terbentuk mengalami reaksi disproporsionasi membentuk ion halat XO3- dan ion halida X-, dengan reaksi sebagai berikut:
3OX-(aq)           à        XO3-(aq)                +          2X-(aq)

d.   Klorin dan basa : ion OCl- yang stabil pada suhu ruang akan terdisproporsionasi menjadi ClO3- jika dipanaskan, reaksinya adalah sebagai berikut:
Cl2(g) + 2OH-(aq) à OCl-(aq) + Cl-(aq) + H2O(l)

e.    ClO- yang terbentuk apabila dipanaskan akan terurai menjadi Cl- dan ClO3-.
3OCl-(aq)          à        ClO3-(aq)              +          2Cl-(aq)
 
f.     Bromine dan basa : ion OBr- terdisproporsionasi dengan cepat pada suhu ruang, reaksinya adalah sebagai berikut:
Br2(g) + 2OH-(aq) à OBr-(aq) + Br-(aq) + H2O(l)
3OBr-(aq)                      à BrO3-(aq)     +          2Br-(aq)
 
23
g.    Iodine dan basa : ion OI- bereaksi sangat cepat, sehingga sulit untuk diamati, reaksinya adalah sebagai berikut:
I2(g) + 2OH-(aq) à OI-(aq) + I-(aq) + H2O(l)
3OI-(aq) à IO3-(aq) + 2I-(aq)

6.     Reaksi dengan Hidrokarbon
Pada umumnya halogen bereaksi dengan hidrokarbon. Reaksi tersebut dikenal dengan halogenisasi. Kemampuan bereaksi unsur-unsur halogen tidak sama, sesuai dengan daya reduksi halogen yang berkurang dari fluorin ke iodin. Fluorin bereaksi dahsyat, sedangkan iodin tidak bereaksi. Reaksi klorin dan bromin dapat berlangsung karena pemanasan atau pengaruh sinar matahari. Reaksi yang biasa terjadi pada hidrokarbon ialah sebagai berikut:
a.      Reaksi Subsitusi (penggantian gugus H)
Contoh :
C2H6    +          Cl2       à        C2H5Cl            +          HCl(aq)

b.      Reaksi adisi (pemecahan ikatan rangkap)
Contoh :
H2C = CH2      +          Br2       à        CH2 - CH2
                                                                        Br        Br
7.    Reaksi dengan sesama Halogen
Halogen mempunyai molekul diatomik, maka tidaklah mengherankan jika dapat terjadi reaksi antar unsur dalam golongan halogen. Reaksi antar halogen ini dapat disamakan dengan proses redoks, di mana unsur yang lebih reaktif merupakan oksidator, sedangkan unsur yang kurang reaktif merupakan reduktor. Persamaan reaksi yang terjadi.
Reaksi halogen dengan unsur halogen lainnya dapat membentuk senyawa antarhalogen dengan rumus molekul XYn, dimana Y lebih elektronegtif daripada X dan n merupaka bilangan ganjil. Contoh:
I2(g) + 3F2(g) → 2IF3(g)
I2(g) + 5F2(g) → 2IF5(g)
24
Br2(g) + Cl2(g) → 2BrCl(g)
Reaksi ini pula disebut dengan istilah reaksi pendesakan, reaksi pendesakkan ini terjadi jika halogen yang terletak lebih atas dalam keadaan diatomik mampu mendesak ion halogen dari garamnya yang terletak dibawahnya. Berlangsung atau tidaknya suatu reaksi dapat dilihat dari reaksi pendesakan halogen. Contoh:
F2                           +          2KCl   à        2KF    +          Cl2
Br-                   +          Cl2       à        Br2      +          Cl-
Br2                   +          2I-        à        Br-       +          I2

F.       PEMBUATAN / SINTESIS UNSUR UNSUR GOLONGAN HALOGEN
Halogen dibuat dari senyawa halida yang ada dialam. Caranya adalah dengan mengoksidasi ion-ion halida. Proses pembuatan halogen tersebut dapat dilakukan dengan elektrolisis dan reaksi redoks (reduksi-oksidasi), namun tidak dengan cara elektrolisis saja, banyak cara digunakan dalam proses pembuatan halogen baik dalam lingkup industri maupun labolatorium.
1.    Di Laboratorium
Pembuatan senyawa halogen untuk skala laboratotium bisa dilakukan dengan cara mengoksidasi senyawa halida dengan MnO2 atau KmnO4  dalam asam (H2SO4pekat).
X-   +  MnO4  +   H+   →   X2   +   Mn2+  +  H2 O
a.              Cl2         :Mereaksikan suatu halida dengan H2so4 encer dan Mn02
                         2CL + MnO2 + 4H+ → Mn2+ + 2H2O + Cl2
                         Mereaksikan suatu halide dengan H2SO4 encer dan Mn04
                         2Mn04+ + 10 Cl- + 16H - 2Mn2+ + 8H2O +5CL2
b.             Br2         :Mereaksikan  suatu halide dengan H2SO4 encer dan MnO2
                         Mn O2 + 4H+ + 2BR Mn2+  + 2H2O + Br2
                         Oksidasi Bronda dengan KHLOR
                         Cl2 + Br - 2Cl- + Br2
c.              I2           :Mereaksikan suatu halide dengan H2SO4 dan MnO2
                         Mn O2 + 4H+ + 2I - 2Mn2 + → + 2H2O + I2
                         Oksidasi iodida dengan gas kalor
25
 
                         Cl2 + I- 2Cl - + I2
2.    Skala industri
a.    Pembuatan fluorin (F2)
Fluorin dibuat dari elektrolisis asam fluorida(HF). Sebagai bahan baku untuk mendapatkan HF diperoleh dari fluorspar(CaF2) yang direaksikan dengan H2SO4 pekat. HF yang diperoleh dicampur dengan KHF2 cair(bebas air), ditambahkan LiF 3% untuk menurunkan suhu sampai 1000 . Wadah untuk reaksi elektrolisis terbuat dari logam monel(campuran Cu dan Ni), campuran tersebut tidak boleh mengandung air karena F2 yang terbentuk akan mengoksidasinya. Dalam elektrolisis dihasilkan gas H2 di katoda dan gas F2 di anoda. Wadahnya menjadi katode, sedangkan anodenya adalah grafit.
Persamaan reaksi elektrolisis HF sebagai berikut.
2HF(aq)             →        2H+(aq)  + 2F-(aq)
katode(-) :       2H+(aq)  + 2e-    →        H2(g)
anode(+) :         2F-(aq)               →        F2(g) + 2e-
2HF(aq)             →       H2(g) + F2(g)

b.    Pembuatan Klorin(Cl2)
Pembuatan klorin dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan cara reaksi redoks dan dengan cara elektrolisis.
1)      Cara reaksi redoks
Dalam laboratorium, klorin dapat dibuat dengan cara mengoksidasi ion klorida. Sebagai oksidator dapat digunakan MnO2(batu kawi), KMnO4, K2CrO7, atau CaOCl2.
Contoh:
MnO2(s) + 2H2SO4(aq) + 2NaCl(s) → Na2SO4(aq)­+ MnSO4(aq) +2H2O(l)+ Cl2(g)
CaOCl2(aq) + H2SO4(aq)  → CaSO4(aq) + H2O(l) + Cl2(g)
CaOCl2(aq) + 2HCl(aq) →  CaCl2(s) + H2O(l) + Cl2(g)
2KMnO4(s) + 16HCl(aq) → 2KCl(aq) + 2MnCl2(aq) + 8H2O(l) + 5Cl2(g)



26
 
2)      Cara Elektrolisis
Dalam industri, klorin dibuat dengan mengelektrolisis larutan natrium klorida pekat dengan mengguanakan elektrode inert(tidak ikut bereaksi) dan menggunakan diafragma. Sebagai elektrode dipakai grafit.
Persamaan reaksi sebagai berikut.
                        2NaCl(aq)          à        2Na+(aq) +         2Cl-(aq)
Katode(-):  2H2O(l)      + 2e-    à        H2(g)     +          2OH-(aq)
Anode(+):       2Cl-(aq)                  à        Cl2(g)    +          2e-
2NaCl(aq)  + 2H2O(l0                 à        2Na+(aq) + 2OH-(aq) + Cl2(g) + H2(g)
OH- yang diperoleh bereaksi dengan Na+ membentuk larutan NaOH.

c.    Pembuatan Bromin (Br2)
Pembuatan Bromin juga dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan cara reaksi redoks dan dengan cara elektrolisis.
1)      Cara reaksi Redoks
Dalam Industri, bromin dapat dibuat dengan cara mengoksidasi ion bromida yang terdapat dalam air laut dengan klorin. pembuatan gas Br2 sebagai berikut: (a)Air laut dipanaskan kemudian dialirkan ke tanki yang berada di puncak menara; (b) Uap air panas dan gas Cl2 dialirkan dari bawah menuju tanki. Setelah terjadi reaksi redoks, gas Br2 yang dihasilkan diembunkan hingga terbentuk lapisan yang terpisah. Bromin cair berada di dasar tangki, sedangkan air di atasnya; (c) Selanjutnya bromin dimurnikan melalui distilasi.
Reaksi yang terjadi adalah
Cl2(g)            +          2Br-(aq)              à        Br2(g)    +          2Cl-(aq)
Dengan mengalirkan udara kedalam air bromin, brominnya dapat dikeluarkan karena mudah menguap.
2)      Cara elektrolisis
Bromin dapat dibuat dengan cara elektrolisis larutan garam MgBr2 dengan menggunakan electrode inert.
Persamaan reaksi elektrolisisnya :
         MgBr2(aq)           Mg2+(aq) + 2Br-(aq)
27
 
Katode (-) : 2 H2O (l)  + 2e-    H2(g) + 2OH-(aq)
Anode (+) : 2 Br-(aq)               Br2(l)  + 2e-
                     MgBr2(aq) + 2H2O(l)   Mg2+ (aq)  + 2OH-(aq)  + Br2(l) + H2 (g)
                     Mg(OH)2(aq)

d.      Pembuatan Iodin ( I2 )
Iodin dapat dibuat dengan dua cara, baik di laboratorium ataupun dalam industry.
1)      Cara reaksi redoks
a)      Secara komersial Iodin dapat dibuat dengan mengoksidasi ion iodide yang terdapat dalam air laut dengan klorin.
Cl2 (g) +  2 I- (aq)                                        I2 (s)  + 2 Cl-(aq)
b)      Iodin dapat dibuat dengan mereduksi NaIO3 dengan NaHSO3 dalam suasana asam. Persamaan reaksinya :
IO3-(aq)  + 3 HSO3-(aq) → I-(aq)  + 3 H+(aq) + 3 SO42-(aq)
I-(aq)  + IO3-(aq) + 6 H+(aq) → I2(s)  + 3 H2O (l)
c)      Dilaboratorium iodine dibuat dari MnO4 + KI + H2SO4 pekat yang dipanaskan. Persamaan reaksinya :
2 KI(s) + MnO4 (s)  + 2 H2SO4 (l)  → K2SO4 (aq) + MnSO4 (aq) + 2H2O(l) +I2(s)
I2 yang terbentuk akan mengkristal pada bagian bawah cawan.
2)      Cara elektrolisis
Iodin dapat dibuat dengan cara elektrosis larutan garam pekat NaI dengan menggunakan electrode inert. Persamaan reaksinya:
           2 NaI(aq) → 2Na+(aq)   + 2I-(aq)
Katode (-) : 2 H2O (l) + 2e- → H2(g)  + 2 OH-(aq)
Anode (+) : 2I-(aq) → I2(s) + 2e-
2NaI(aq) + 2 H2O (l) → 2Na+(aq)  + 2 OH-(aq) + I2(s)  + H2(g)




BAB III
PENUTUP

A.    SIMPULAN
Halogen berada pada golongan VIIA pada sistem periodik unsur.  Halogen berasal dari kata halos=garam, genes=pembentuk. Hal ini karena unsur-unsur tersebut dapat bereaksi dengan Unsur Golongan Halogen membentuk garam. Halogen adalah unsur-unsur golongan VIIA atau sekarang lebih dikenal dengan golongan 17 dalam tabel sistem periodik unsur, yang mempunyai elektron valensi 7 pada subkulit ns²np.
Halogen merupakan sekumpulan unsur nonlogam  yang saling berkaitan erat, lincah, dan berwarna terang. Dan secara alamiah bentuk molekulnya diatomik. Golongan halogen merupakan golongan yang sangat reaktif menangkap elektron (oksidator). Pada umumnya golongan halogen menangkap satu elektron untuk memenuhi kulit terluarnya, karena kereaktifannya sangat tinggi sehingga halogen tidak mungkin ada dalam keadaan bebas dialam, karema sifatnya yang sangat reaktif sehingga halogen selalu bersenyawa dengan unsur-unsur yang lain.
Untuk mencapai keadaan stabil (struktur elektron gas mulia) atom-atom ini cenderung menerima satu elektron dari atom  lain atau dengan  menggunakan  pasangan elektron secara bersama hingga membentuk ikatan kovalen. Atom  unsur halogen sangat mudah menerima elektron dan  membentuk ion bermuatan negatif satu. Ion negatif disebut ion halida, dan garam yang terbentuk oleh ion ini disebut halida.
Halogen digolongkan sebagai pengoksidator kuat karena kecenderungannya membentuk  ion negatif. Golongan  halogen  terdiri dari beberapa unsur yaitu Fluorin (F), Klorin (Cl), Bromin (Br), Iodin (I), Astatin (At) dan unsur Ununseptium yang belum diketahui dengan jelas. Sifat keelektronegatifan halogen senantiasa berkurang seiring dengan bertambahnya jari-jari atomnya.

Harus berhati-hati ketika menggunakan unsure halogen. karena unsur ini dapat mengakibatkan pembakaran kimia parah jika bersentuhan langsung dengan kulit.




























DAFTAR PUSTAKA

Ahmad, Hiskia. 2001. Kimia Unsur dan Radiokimia. Bandung. PT. Citra Aditya Bakti
Ahmad,Hiskia.2001.kimia Unsur dan Radiokimia. Bandung:PT.CITRA ADITYA BAKTI.
Kuswati, Tine Maria. 2007. sains kimia. Jakarta : Bumi Aksara
Nurlatifah, syifa.2014.Unsur Halogen Karakteristik dan Sifat. [online] pada tanggal 18 September 2016 terdapat di http://ilmualam.net/unsur-halogen-karakteristik-dan-sifat.html
Nuryati,Leila. 2000. Kimia Anorganik 1. Bogor: DEPARTEMEN PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PUSDIKLAT INDAG.
Rustini,Eka.2007.Sifat Halogen.[online] pada tanggal 17 September 2016 terdapat dihttp://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2007/Eka%20Rustini%20054675/sifat%20halogen.html
Sudarmo, U.(2015). KIMIA: Untuk SMA/MA Kelas XII. Erlangga: Jakarta
Taufik, Agus. 2014. Kimia Anorganik. [online] pada tanggal 15 September 2016 pada laman http://rumahkimia.wordpress.com/2014/11/22/halogen-neni/














30
 
 

Related Posts by Categories



Widget by Scrapur

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kiri kanan home